Education

Mau Nabung Saham, Yakin?

“Mau Nabung Saham, Yakin?”

“Yakin Mau Nabung Saham?”

Pertanyaan ini selalu bergentayangan selama kurang lebih 3 bulan terakhir. Dan menurutku, 3 bulan itu waktu yang cukup lama untuk meyakinkan diri sendiri memulai nabung saham. “Kenapa harus menyakinkan diri sendiri?” Karena dengan adanya keyakinan maka akan ada persiapan. Jadi 3 bulan tersebut, waktu untuk saya mempersiapkan diri akan strategi nabung saham dan resikonya.

“Emang persiapannya apa aja? gimana?”

Mmm…. pertama persiapan mental. Saya ingin membangun diri untuk bermental baja. “Maksudnya?” mental yang selalu ingin belajar dan bila kecewa cukup dengan menangis semalam tapi tidak mundur apalagi menyerah, tetap dihadapi dengan lapang dada dan selalu maju sias tempur. “Bisa?!” Insyaallah bisa, sudah niat.

Kedua persiapan ilmu. Berhubung saya awam sekali terkait saham/laporan keuangan perusahaan/dll *dulu kuliah jurusan teknik*, jadi yaaaa saya harus belajar dong. Belajar otodidak alias web searching dan baca banyak artikel. Dulu ingin ikut kelas Sekolah Pasar Modal, tapi nggak sempat karena ketidaksesuaian dengan jadwal saya.

Dengan bekal persiapan tersebut maka terjadilah pada tanggal 17 Maret 2018, saya mendaftarkan diri untuk menjadi investor *hihihi ada kesenangan tersendiri disebut investor*. Menurutku cukup mudah terkait prosedur pendaftarannya, pada saat itu saya mendatangi salah satu Perusahaan Sekuritas (pendaftaran bisa dilakukan online, tetapi saya punya banyak pertanyaan sehingga saya putuskan untuk daftar secara manual agar bisa diskusi lebih dulu dengan pihak sekuritas) dengan membawa dokumen pribadi (KTP, NPWP, Buku Tabungan) kemudian mengisi formulir pendaftaran. Setelah menunggu kurang lebih 1 minggu, saya resmi terdaftar menjadi investor *yeayy!!* dan step selanjutnya adalah menyetor dana ke Rekening Dana Nasabah dengan nominal yang sudah ditentukan oleh Perusahaan Sekuritas tersebut.

“Apa saja yang didapat setelah terdaftar di Perusahaan Sekuritas?”

  • Rekening Dana Nasabah, artinya rekening ini dikhususkan hanya untuk transaksi jual beli saham.
  • Kartu Single Investor ID, artinya saya sudah terdaftar sebagai investor di Bursa Efek Indonesia
20180702_153235
ID Investor AKSes.KSEI

Dengan begitu, step berikutnya adalah membeli saham šŸ™‚

“Beli saham yang mana? yang profit yang mana?”

Itulah pertanyaan yang juga bergentayangan sampai sekarang. Karena saya pemula, saya pastinya sudah banyak membaca terkait jual-beli saham dan kesimpulan yang saya dapat adalah membeli saham kategori Blue Chip atau LQ45. Berikut ini adalah list perusahaan yang masuk dalam kategori LQ45.

saham-lq45-februari-juli-2018
LQ45 2018. Source : http://www.idx.co.id

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s